Powered By Blogger

Friday, May 11, 2012

King of Death

Renungan , terkait insiden Sukhoi Superjet 100 awal Mei 2012 : Kita hidup seperti seekor ayam yang tidak tahu apa yang sedang terjadi. Di pagi hari, ayam akan membawa anak-anaknya keluar untuk mengais mencari makanan. Pada malam hari, mereka kembali untuk tidur di kandang. Keesokan paginya, mereka akan keluar untuk mencari makanan lagi. Si pemilik akan menaburkan beras untuk mereka makan setiap hari, tetapi ayam-ayam tersebut tidak mengetahui mengapa si pemilik memberi mereka makan. Si ayam dan sang pemilik berpikir dalam cara yang berbeda. Pemilik berpikir, “Berapa berat ayam ini?” Si ayam, pikirannya, terpikat pada makanan. Ketika sang pemilik mengangkatnya untuk ditimbang, ia berpikir sang pemilik sedang menunjukkan kasih sayang. Kita juga, tidak mengetahui apa yang sedang terjadi: darimana kita berasal, berapa tahun lagi kita akan hidup, kemana kita akan pergi, siapa yang akan mengantar kita ke sana. Kita tidak mengetahui ini semua sama sekali. Raja kematian adalah seperti sang pemilik ayam. Kita tidak mengetahui kapan dia akan menangkap kita, karena kita terpikat –terpikat pada penglihatan, suara, penciuman, rasa, sensasi indra peraba, dan buah-buah pikiran. Kita tidak sadar bahwa kita semakin bertambah tua. Kita tidak punya kesadaran untuk merasa cukup. Sumber: 108 Perumpamaan Dhamma

Thursday, May 10, 2012

Fisherman of Mexico (A Reflection Story)


Di sebuah desa nelayan di daerah Meksiko yg tenang, seorang Amerika yang sedang berlibur melihat seorang nelayan setempat baru saja pulang dari melaut pada pagi hari. Si Amerika adalah seorang profesor sukses pada sebuah perguruan tinggi bergengsi di Amerika Serikat, tidak tahan untuk tidak memberikan sedikit wejangan gratis kepada si nelayan Meksiko.

"Hai!" sapa si Amerika. "Mengapa pagi-pagi sudah pulang dari melaut?"

"Karena saya sudah mendapat cukup ikan, Señor," jawab si Meksiko yang ramah itu, "cukup untuk memberi makan keluarga saya dan sedikit kelebihannya untuk dijual. Sekarang saya akan makan siang bersama istri saya dan setelah tidur siang sejenak, saya akan bermain-main bersama anak-anak saya. Lalu, setelah makan malam, saya akan pergi ke kedai, meneguk sedikit tequila dan bermain gitar bersama teman-teman saya. Itu cukup untuk saya, Señor."

"Dengarkan saya, kawan," kata si profesor bisnis. "Jika kamu tetap melaut sampai larut sore, dengan mudah kamu akan mendapatkan tangkapan dua kali lipat. Kamu dapat menjual kelebihannya, menabung uangnya, dan dalam waktu enam bulan atau sembilan bulan, kamu akan mampu membeli perahu yang lebih bagus dan lebih besar dan menggaji beberapa awak. Kemudian kamu akan mampu menangkap ikan empat kali lebih banyak. Pikirkanlah berapa banyak tambahan uang yang kamu dapatkan! Dalam satu atau dua tahun, kamu akan punya modal untuk membeli perahu kedua dan menggaji awak-awak lain. Jika kamu mengikuti perencanaan bisnis ini, dalam waktu enam atau tujuh tahun kamu akan bangga menjadi pemilik sebuah armada penangkapan ikan yang besar. Coba bayangkan itu! Lalu kamu sebaiknya memindahkan kantor pusatmu ke Mexico City atau bahkan ke L.A. Setelah tiga atau empat tahun di L.A., kamu meluncurkan perusahaanmu di bursa saham dan membuatmu sebagai CEO dengan paket penghasilan dan hak pembagian saham yang istimewa. Dalam beberapa tahun - dengarkan ini! - kamu memulai skema pembelian kembali saham-saham, yang akan menjadikanmu seorang multijutawan! Dijamin! Saya ini profesor ternama pada sekolah bisnis di AS. Saya tahu soal-soal beginian."

Si nelayan Meksiko itu mendengarkan dengan khusyuk apa yang dikatakan profesor itu dengan menggebu-gebu. Ketika profesor selesai bicara, si Meksiko bertanya, "Tetapi, Señor Profesor, apa yang bisa saya lakukan dengan berjuta-juta dollar itu?"

Yang mengejutkan, si profesor Amerika itu belum memikirkan rencana bisnisnya sejauh itu. Jadi dengan segera dia mereka-reka apa yang bisa dilakukan seseorang dengan jutaan dollarnya.

"Amigo! Dengan semua duit itu, kamu bisa pensium. Yeah! Pensiun seumur hidup. Kamu bisa membeli sebuah vila kecil di sebuah desa nelayan yang indah seperti ini dan membeli sebuah perahu kecil untuk pergi memancing pada pagi hari. Setiap hari kamu dapat makan siang bersama istrimu dan tidur siang sejenak setelahnya tanpa perlu mengkhawatirkan apa pun. Pada sore hari kamu dapat melewatkan saat-saat berkualitas bersama anak-anakmu dan setelah makan malam, bermain gitar bersama teman-temanmu, meneguk tequila. Yeah, dengan semua uang itu, kawan, kamu bisa pensiun dan hidup senang."

"Tetapi, Señor Profesor, kan sekarang ini saya sudah bisa begitu."

Mengapa kita percaya bahwa kita harus bekerja begitu keras dan menjadi kaya raya terlebih dahulu baru kita bisa merasa berkecukupan??


(Ajahn Brahm)

PII 03/11/2009 21:34

DOKU

Hendak makan apa hari ini?
Mau ke mana hari ini?
Semua butuh kamu
Doku..

Setiap langkah keluar
Segala harus dibayar
Membuat dompet menggelepar
Nanar..

Seolah unggas mengais
Bergegas insan meniris
Tak apa walau tetes demi tetes
Stress...

Karena doku bisa ceria
Sebab doku bisa durja
Dengan doku dapat patuh
Alasan doku orang membunuh

Ingin ku dapat doku
Yang jumlahnya bisa buat orang termangu
Namun halal dan utuh..
Oh doku...

D O K U U U U U ....!!!



PII 20/09/09 22:45 
Vival™

Friday, May 04, 2012

Baking Tools 4 Beginners

Bagi pemula di dunia perbakingan, peralatan baking standar kudu wajib dimiliki, tetapi tetap ingat pada prinsip : SESUAI KEBUTUHAN.

Berikut peralatan baking dasar : 
Mixer Listrik : 
wajib punya dong yaaa... masa' tiap mau ngocok telur pake tangan?? bisa2 tambah gede tuh lengan hik hik hik... Bisa berbentuk Hand Mixer (yg makainya dipegang dgn tangan) atau Stand Mixer (ada dudukannya jadi tangan kita bebas untuk ngerjain yg lain). Harga , merk dan kapasitas disesuaikan dengan kebutuhan.
Contoh : aku mulai bikin kue dengan mixer warisan nyokap merk Black & Decker yg usianya sdh belasan tahun.. :p

Spatula Karet :
fungsinya untuk mengaduk campuran adonan, pilih yg tangkainya panjang dan karetnya lentur.
Beli minimal 2 ukuran ya, besar dan sedang.

Oven :
Naaahhhh... yg ini juga pueentingg banget! Ga ada cerita kue bolu or kuker tanpa oven.
Jenis : Oven Tangkring (Otang), Oven Listrik (Otrik), Standing Cooker, Oven Gas. 
Untuk pemula, sebaiknya nyoba Otang or Otrik aja...
Karena kedua jenis oven ini yg paling susah2 gampang dan tricky, jd paling bagus untuk mengasah feeling. 
Pengalamanku memakai kedua oven tersebut = Kelebihan : Otang murmer tp ga punya api atas, recommended utk kuker, Otrik boros listrik dan minim kapasitas tetapi ringkas dan bisa disetel api atas bawah.

Loyang : 
Untuk pemula beli loyang2 dengan ukuran standar aja : segi empat 20x20 , bulat diameter 22, loyang brownies 11 x 22. Selebihnya tergantung kebutuhan ya... Bahan bisa dari aluminium, teflon, keramik, pyrex atau silikon.

Timbangan : 
Sebaiknya pilih yg jenis digital ya.. memang harga agak mahal tapi worthed kok... Akurat dan bisa untuk mode weight, milk and water. 

Kuas : 
Untuk mengoles margarine pada dinding loyang or mengoles lapisan atas kuker.


Semua peralatan dasar tersebut tidak perlu yang mahal, sekali lagi : Sesuaikan dengan kebutuhan masing2 ya... 

NB : Foto-foto menyusul, sedang diedit , hehehehehe....


Salam hangat loyang, 

Vivi 





My Prince (2)

Since he is born my life has changed...


Lop yu pul Nak...


A shoulder to sleep on


My heart belongs to you

Mother & son

Three of us


Sempat juga kualami yang namanya baby blues syndrome, oh my... 
Berkat dukungan keluarga, akhirnya semua bisa dilalui dengan mulus..
Namo Amitofo...

Thursday, May 03, 2012

Ajaib!!

Memang ajaib, sebelum hamil aku sama sekali ga doyan masak apalagi baking bikin kue, haduuuhhh... males banget rasanya.
Anehnya sewaktu hamil muda si Prince, pengeeeeennnn banget beli HappyCall Double Pan.
Bela2in lah beli dan semangat banget bikin Makaroni Panggang...
Selain itu hobi masak Spaghetti hehehehe...
Beberapa lama berselang kumat lagi malesnya sampe si Prince lahir.

Berbulan-bulan setelahnya, masih males.. setelah si Prince umur 1 tahun, tiba2 pengeeeeennnn banget bikin otak2 ikan tenggiri pake si HappyCall :)  dan terlaksana
Selanjutnya, makin lama passion (cieee.. passion bo') masak memasak semakin menjadi, kekekekeke....

Ya udah sekarang belanja perlengkapan dapur n masak jadi prioritas dibanding belanja kosmetik, baju or sepatu...

Ajaib? Ya... Dan itu kayaknya pengaruh anak gue nih si Prince

My Prince (1)

Setelah penantian +/- 6 tahun akhirnya kami diberikan kepercayaan untuk mengasuh dan membesarkan seorang baby mungil... 
Semua terjadi begitu saja, tanpa pengobatan medis dan non medis megalir begitu saja, tau2 hamidong kekekeke...


Sewaktu my Prince dalam kandungan (5 bulan) :p


Newborn baby boy : Prince Siddharta Yeoh


Baby P and Mommy

Akhirnyaaa...

Huehehehe.... Setelah sekian lama, akhirnya kesampean jd nge blog.. walopun belum resmi betul jd blogger, tapi paling tidak sudah lega..
Blog ini aku dedikasikan pertama2 untuk diriku sendiri :D narsis abislah pokoknya...
Kedua, aku dedikasikan untuk my son : Prince Siddharta Yeoh, ini rekaman minat, pikiran, dan segala tentang mami, nak... Semoga berguna ya untukmu di kemudian hari, love you always...
Ketiga, yah... sukur2 bisa bermanfaat untuk orang lain...

Pada dasarnya aku orang yg kurang bisa merangkai kata2 puitis indah... Aku belum punya ide2 tulisan ilmiah, inspiratif or sejenisnya... Aku baru sampai pada tahap sharing pengalaman sehari2 diri sendiri dan orang lain serta informasi2 yg aku peroleh dari buku2, blog2 org lain, media2 sosial dll..

Jadi, apa yg ada di sini yah apa adanya... hehehehehehe... belibet ah ngomongin yg tinggi2, kagak nyampe ane gan...

Selamat menyimak n enjoy ur day!!!

Peace n love,

Vivi